Kaelany HD.
HUJAN, HUTAN
dan
KEHIDUPAN
Seri: Lingkungan Hidup
Bumi Kita Penuh Air
Menurut cerita para ahli, dahulu, yaitu sekitar empat milyar tahun yang lalu, bumi, kita masih demikian panas. Sebagai percikan bola gas raksasa yang merupakan cikal-bakal terciptanya matahari, bintang dan planet-planet;juga masih meleleh. Pada saat suhunya yang demikian panas tentulah bumi belum memiliki air.Setiap air mendesis mengenai batu-batuan yang membara lalu menguap dan habis.
Pada gilirannya air haaaaujan yang terus menerus terun dapat mengurangi suhu bumi.Setelah beberapa lama lapisan-lapisan luarnya menjadi dingin dan menjadi padat beberapa bagian bagian ini mengerut dan berkeriput membentuk bukit, gunung dan lembah.Di sana sini terbentuk pula celah-celeh dan lekuk-lekuk yang besar dan dalam.
Air hujan yang terus menerus itu membentuk sungai, danau dan memenuhi celah-celah dan jurang-jurang. Selama berabad-abad bumi menampung hujan, sehingga celah-celah yang besar dan dalam itu penuh oleh air menjadi laut dan samudera. 7/10 bagian permukaan bumiadalah air.
Sementara kerak bumi makin menjadi dingin dan dikeluarkan gumpalan-gumpalan awan berisi uap gumpalan-gumpalan awan itu membumbung ke langit membentuk hujan. Egera hujan pun turun ke bumi memuhi semua lembah selah dan lekuk.
Dengan cara inilah terbentuknya semua sungai, danau, samudera dan laut. Selama berabad-abad bumi menampung banyak hujan dan semua kerak bumi ditutupi air. Kira-kira 7/10 bagian permukaan daratan ditutupi air. Selapis Tebal membentuk sejenis selimut sekeliling bumi lapisan itu di sebut atmosfer.
Manusia hewan dan tumbuhan adalah makhluk hidup. Tuhan bermaksud menjadikan air segala sesuatu yang hidup itu karena isi bumi di penuhi oleh makhluk hidup maka lebih dari tiga perempat permukaan bumi terisi air.
Air yang memenuhi bumi itu sebagian besar berupa air laut yang asin seperti:
• Laut hitam
• Laut kuning luasnya 1.243 km2 dengan kedalaman rata-rata110 m.
• Laut merah luas 460.000 km2 dengan kedalaman 2.600 m.
• Laut tengah luas 2.97 juta km 2 dengan kedalaman 1.430 m dan yang terdalam 4.404 m.
• Laut utara luas 572.000 km2 dengan kedalaman aarata-rata 9500 m.
Rata-rata kedalaman laut di dunia kurang lebih 3730 m dan bagian yang paling dalam berupa palung marian di samudera atlantik adalah 11.515 m.
Laut yang besar dinyatakan sebagai samudera di bumi ini terdapat beberapa samudera yaitu Atlantik, Pasifik, Hindia, Antanketik. Keseluruhan permukaan air samudera tanpa laut tepi berjumlah sekitar 321 km2 atau 708% dari luar permukaan bumi. Seluruh isi air samudera berjumlah 1.322 km3.
☼
Tanpa Air
Kehidupan akan Berakhir
Air dibutuhkan oleh segala makhluk hidup, manusia,hewan, dan tumbuh-tumbuhan.Kita sebagai manusia adalah pemakai air yang utama.Air kita pergunakan untuk berbagai kepentingan. Bukan saja untuk mandi dan minum bahkan di pabrik-pabrik dan laboratorium pun memakai air.
Makanan kita sehari-sehari pun selalu mengandung air, Nasi,roti,lauk pauk, sayur mayur tidak dapat masak tanpa air. Dalam segala sesuatu makanan zat air selalu ada di samping zat-zat lain seperti protein, zat lemak, hodrat orang, garam mineral dan vitamin.
Kita memerlukan air rata-rata dua setengah liter sehari semalam. Air sebanyak itu dihasilkan oleh oksidasi sel di dalam tubuh. Akan tetapi dalam waktu yang sama kita juga mengeluarkan air yang kurang lebih banyaknya.Air yang kita keluarkan itu berupa air seni, keringat, uap air dari paru-paru,dan unsur-unsur lainnya.
Air mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Dengannya zat makanan kita dapat dilarutkan, karena pertukaran zat dapat mengatur pergantian suhu Tubuh. Ketika suhu Tubuh naik,umpamanya pada waktu olaha raga, air akan keluar melalui pori-pori dalam bentuk keringat, keringat yang keluar akan membantu turunnya suhu Tubuh.
Jika kita kekurangan air sepuluh persen saja kita akan terancam bahaya. Bahkan jika kekurangan itu mencapai 25% kita akan berhadapan dengan maut. Kekurangan air karena salah satu penyakit, badan akan terasa panas sedangkan otot-otot akan menjadi kejang.Gejala lain yang tampak pada waktu itu, ialah mata yang cekung, kulit menjadi kering, urat nadi menyempit dan tekanan darah menurun.
Tubuh kita memang harus selalu menyimpan cadangan air. Akan tetapi bila air sewaktu-waktu keluar dari Tubuh setelah tidak berpungsi lagi harus kita ganti.Sel Tubuh yang kekurangan air mengirimkan berita tanda bahaya ke otak berita itu diteruskan ke selaput lendir kerongkongan,mulut dan lambung.Sel bagian itu lalu bergetar sehingga kita merasa haus,karena haus kita minum.
Sebaliknya bila tubuh kelebihan air, ginjal diberi peringatan agar memperbanyak pengeluaran air seni. Proses yang serupa terjadi pula pada hewan dan tumbuhan,kedua jenis makhluk itu selalu pula memerlukan air. Hewan seperti halnya manusia merlukan makan dan minum,lalu buang air besar dan kecil. Sedangkan Tumbuhan memakan makanan berupa sari yang dihisap oleh akar dari dalam Tanah. Sari-sari itu disalurkan melalui batang,ranting kemudian dimasak di daun. Tentulah sari-sari itu berupa cairan,bukan padat dan beku.
Tumbuhan hidup di muka bumi bagaikan selimut bludru yang hijau, Tumbuh subur untuk memenuhi kebutuhan hewan dan manusia. Tumbuh-tumbuhan amat cepat besar dan berkembang. Kayu-kayuan yang di potong dahannya,atau bunga-bungaan yang dipetik tangkainya, dengan cepat muncul tunas yang lain.
Tumbuh-tumbuhan menjadi besar dan hidup karena makan. Tanpa makan seperti halnya manusia dan hewan,tumbuhan juga akan mati meski tidak mempunyai indra,tidak mempunyai kaki dan tangan,tumbuhan lebih produktif dari manusia dan hewan dalam mencari makanan. Ia tidak mengambil atau minta dari tanaman lain,tidak pula dari hewan. Tumbuhan mampu membuat makannya sendiri.
Sari makanan tidak seluruhnya dihabiskan untuk memperbesar pohon. Ada yang disimpan dalam umbi, sehingga umbi menjadi besar. Ada pula yang disimpan di dalam buah, seperti mangga, jambu, belimbing, jeruk, papaya, pisang, dsb. Ada pula yang disimpan dalam biji seperti jagung, gandum, beras, kacang dsb. Malah ada pula yang disimpan pada batang seperti tebu, sagu dsb.
Kehidupan manusia dan hewan kecuali membutuhkan zat air secara langsung juga membutuhkan makanan dari tumbuhan. Akan tetapi tumbuhan tergantung benar pada air yang ada di seputarnya. Andai air habis mereka tidak dapat mencarinya di tempat lain. Bukan seperti halnya manusia dan hewan yang dapat berpindah- pindah dari satu tempat ke tempat lain. Jika di tempatnya air habis dan kering kemana saja dicarinya demi kelangsungan hidupnya.
Oleh karena itulah kita lihat dalam musim kemarau rumput-rumput yang hijau menjadi kuning,daun-daun yang rimbun menjadi ranting. Mereka butuh air,tetapi usaha mereka terbatas apa yang ada dalam tanah tempat mereka tumbuh. Jika di tempat mereka habis,habis pulalah yang mereka makan. Akibatnya batangnya menjadi kurus,daunnya layu lalu mati.
Bila air dibumi tidak ada akan matilah semua makhluk hidup. Bisa dibayangkan betapa besar akibatnya kalau tidak ada air. Akibat pertama akan menimpa manusia karena manusia pemakai air yang utama.
Di bumi ini memang dipenuhi air,tetapi air sebanyak itu sebagian besarnya berupa air laut yang asin sebagian lagi air sungai yang keruh.
Ledakan penduduk kami yang hampir tak terkendali yang banyak berdiam di pinggir kali dan sungai,menambah dan mempercepat tercemarnya aliran air. Memang sejak dahulu manusia senantiasa mendirikan tempat tinggal di pinggir sumber air,di tepi sungai atau danau.
Ketika air sungai masih bersih masih memungkinkan mereka untuk masih mempergunakannya untuk berbagai keperluan.
Tapi setelah penduduk makin ramai,sungai yang dahulu menjadi sumber air yang utama tidak mungkin lagi dipakai. Jangankan untuk diminum dan masak,untuk mencuci dan mandi pun tak layak lagi. Apalagi aliran air di tengah kota,berbagai saluran rumah tangga dan industri di buang kesana. Bahkan sampah-sampah dan bermacam-macam kotoran berbaur menjadi satu warna yang khas,coklat pekat atau hitam laksana tir. Dan baunya jangan ditanya.
Beruntung hewan dan tumbuh-tumbuhan yang tidak peduli benar air bersih atau kotor,asal saja tidak mengandung racun. Akan tetapi manusia membutuhkan air yang bersih. Jika manusia tidak hati-hati meminum air yang tidak bersih akan tertimpa berbagai penyakit diantaranya muntaber dan gatal-gatal. Demikian pula bila manusia tidak peduli akan kelestarian sumber air niscaya akan tertimpalah segala akibatnya buat manusia.
Tanpa air tumbuhan akan kering sedang hewan rata-rata pemakan tumbuhan Dan manusia kecuali perlu air secara langsung,ia juga membutuhkan beraneka macam tetumbuhan dan daging. Maka akhirnya hilangnya air dari muka bumi menimpa kehidupan makhluk hidup.Tanpa air niscaya kehidupan makhluk akan berakhir.
☼
Hujan Meratakan
Sirkulasi Air
Kita ketahui bahwa sebagian besar air yang memenuhi permukaan bumi adalah air laut yang asin. Manusia tidak dapat meminum air yang asin demikian juga hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak semua makhluk dapat hidup dengan air laut.
Beruntung di daratan ada air vana dikandung oleh tanah yang dapat memancarkan sumber air. Dan ada juga kali-kali yang berhimpun menjadi sungai,mengalir di daratan. Setelah mengalir sebelah menyebelah sisi sungai, tanah di sekitarnya menjadi basah dan subur.
Segala kali dan sungai akan mengalir ke laut. Matahari akan menyinari laut dan apa saja yang ada di bumi,termasuk sungai,tanah,bebatuan,gunung,pasir dan hutan. Karena panas matahari itulah segala zat cair di bumi nenguap ke udara dan berkumpul satu sama lain membentuk awan. Karena udara lembab ini lebih ringan naik ke atas dan dihembus angin ke tempat yang lebih tinggi suhunya lebih dingin .Tekanan uap air mengecil dengan turunnya suhu,udara menjadi jenuh dengan uap mengandung air lalu uap itu berubah menjadi butir-butir air.
Terbentuknya butir-butir air dipicu dan dipercepat oleh partikel-partikel kecil bahan yang disebut inti pengembunan (kondensasi). Umumnya anti kondensasi itu terdiri atas debu,garam percikan air laut,serta asap pabrik dari kendaraan bermotor. Dengan mengembunnya uap air,kalor di lepaskan. Kalor ini sebagian akan menghangatkan awan,lalu awan pun berkembang dan naik sehingga dapat menjadi lebih dingin.
Sebagai kalor di buang ke segala arah dalam bentuk radiasi sinar infra merah. Radiasi ini menyebabkan rasa pengap beberapa waktu sebelum hujan turun butir-butir air jatuh ke bumi berupa hujan.
Curah hujan dipengaruhi oleh banyak factor antara lain arus udara, besarnya perairan,garis lintang. Kontur permukaan bumi dan lain-lain. Faktor-aktor ini sangat menentukan variasi jatuhnya hujan di daerah yung berbeda. Secara keseluruhan, hujan lebih sering jatuh di garis lintang dekat khatulistiwa. Keadaan panas matahari yang tinggi di sini, menyebabkan banyak air yang menguap ke udara. Sebaliknya di daerah kutub yang menerima sedikit panas matahari di situ juga terjadi sedikit penguapan.
Daerah dekat perairan menerima lebih banyak hujan dibandingkan dengan pedalaman kurangmya hujan di sebelah utara Asia Tengah umpamanya. Terutama adalah disebabkan jaraknya yang sangat jauh dari laut. Namun lereng-lereng gunung meski agak jauh jaraknya dari laut,terutama yang dilalui angin kenaikan gunung umumnya memiliki lebih banyak hujan dibanding dengan daerah yang elevasi (ketinggian dari permukaan laut) lebih rendah.
Dengan adanya hujan, bumi tersiram air permukaan bumi yang jenuh air mengalirkannya ke tempat yang lebih rendah,melalui kali-kali atau sungai. Sebagian air diserap oleh bumi dan dengan menggali tanah kita akan mendapatkan sumber air.
Peredaran air atas dorongan matahari. Air yang berada di bumi diuapkan ke tempat yang tinggi, lalu jatuh berupa hujan. Dan yang lebih tinggi di daratan mengalir lagi ke laut.
Hujan yang jatuh dengan ukuran 2,5 milimeter perjam disebut grimis atau rintik-rintik. Hujan sedang adalah hujan yang berkisar 2,6 sampai 7,5 milimeter perjam yang jatuh lebih 7,6 milimeter perjam adalah hujan lebat.
Untuk mengukur curah hujan digunakan alat, yang di sebut pengukur curah hujan. Alat ini berupa selindir dengan tabung sempit di dalamnya dan corong pada bagian atasnya. Hujan jatuh ke dalam corong dan mengalir masuk ke dalam tabung tingi air dalam tabung diukur dengan “mistar” pengukur khusus yang nilainya menyatakan besarnya curah hujan.
Alat lain direkam untuk mengukur ukuran curah hujan, yaitu laju curah hujan dalam urun waktu tertentu. Biasanya piring pengukur jenis timbangan dilengakapi dengan penampung air hujan. Bobot air ditampung sebagai fungsi waktu direkam dan diproses dengan komputer untuk mengetahui curah hujan perjam.
Pada kasus tertentu ahli meteorogy mengukur curah hujan dengan radar. Alat ini mengeluarkan gelombang radio yang dapat dipantulkan oleh titik-titik air. Gelombag pantulan muncul di atas layar dalam bentuk bintik-bintik cahaya. Banyaknya gelombang pantul bergantung dari ukuran dan banyaknya air. Gelombang pantul menunjukkan jumlah jatuhnya hujan.
Permukaan bumi menerima hujan dalam bentuk air dan bentuk es atau salju rata-rata sekitar 86 sentimeter setahunnya. Beberapa daerah dekat khatulistiwa menerima hampir 1000 sentimeter hujan tiap tahunnya.
Hujan jatuh setiap hari di hutan-hutan tropis, seperti di Afrika sebelah barat dan di sepanjang sungai amazon amerika selatan.
Pantai di daerah tropika juga bercurah hujan tinggi. Curah hujan tertinggi yang pernah tercatat dalam periode 24 jam terjadi di cilaos menerima 188 sentimeter hujan pada tanggal 15,16 maret 1952.
Sebaliknya gurun pasir di cele adalah daerah yang tidak menerima hujan dalam kurun waktu paling lama, yaitu 14 tahun, dari tahun 1903 sampai 1917.
Lereng-lereng gunung,terutama yang dilalui angin kenaikan gunung umumnya memiliki lebih banyak hujan dibandingkan dengan daerah yang lebih rendah. Asia di sebelah selatan lereng pegunungan Himalaya, menerima 510 sampai 1500 sentimeter hujan tiap tahunnya, sedangkan di lereng utara rata-rata menerima hujan kurang dari 26 sentimeter setahunnya.
☼
Bila Bumi
Tanpa Hujan
Janganlah lama-lama kita tidak kedatangan hujan.Sebulan saja tak hujan turun kehidupan akan mengalami kesulitan. Kali kecil menjadi kering, dan sungai besar menyusut airnya. Sumur tidak keluar lagi sumbernya, sedang persediaan dan cadangan air di hulu sungai yang disimpan akar hutan telah mulai berkurang. Daun-daun semula hijau segar mulai menguning akhirnya layu dan berjatuhan. Bunga-bunga pun terkulai sedang kembang rontok sebelum menjadi buah. Rumput-rumput juga telah berubah warna, hijau, kuning,cokelat dan kering.
Kemarau telah merubah kesegaran menjadi gersang. Paemandangan lingkungan menampilkan suasana makhluk hidup yang merana, hewan dan tumbuhan kurus dan resah. Terik mentari membakar segala yang dibumi, membawa suhu yang nyaris laksana api. Muka masam orang-orang memandang dengan silau kearah segala kemilau yang diterpa sang surya. Sedang angina hangat membawa debu yang berterbangan atap-atap dan daun-daun pepohonan. Coklat daun yang kepanasan diperpucat oleh debu yang melekat.
Alangkah buruknya pemandangan di musim kemarau segala kehijauan telah berubah menjadi kuning coklat dan kering. Para petani yang bertumpu pada rahmat ilahi berupa air dan hujan benar-benar terpukul. Kebiasaan di subuh yang segar memanggul cakul ke sawah, kebun atau lading. Kini hanya diam saja di gubuk yang reot, termangu. Tak ada semangat untuk bekerja. Apa yang hendak dikerjakan jika tanah kering dan gersang? Bukankah se gala tumbuhan tak dapat hidup tanpa air?
Sementara itu bekal makanan telah mulai menipis dan tidak sedikit pula yang telah keabisan. Maka mulailah orang mencari makanan apa saja, ada yang memakan oyek, atau gaplek(terbuat dari singkong). Tapi persediaan terbatas lalu ada yang memulai melirik gadung yaitu umbian beracun yang tumbuh liar di hutan. Gadung setelah diolah memang enak di lidah tapi kalau perut sudah kenyang, kadang-kadang kepala menjadi pening, mabuk muntah-muntah. Meski demikian orang terpaksa juga memakannya. Lama-lama makanan yang beracun itu pun habis pula. Maka ada lagi yang melirik pohon rumbia. Pohonnya ditebang dan sagunya diambil untuk pengganti nasi.
Bagaimana mencuci, taklah dipikirkan lagi yang penting bisa bertahan hidup. Dapat minum dan makan saja sudah syukur. Sedangkan untuk minum, kadang-kadang ada suatu tempat yang sulit amat air orang-orang desa berjalan kaki berkilo-kilo meter hanya untuk antri segendong air untuk minum.
Hujan yang lama tak turun berakibat buruk pula pada kehidupan modern. Di daerah-daerah tertentu umpamanya air dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.
Tapi musim kemarau telah mengakibatkan menyusutnya debat air maka pembangkit listrik tenaga air terhenti. Sehingga di beberapa daerah kehidupan modern yang amat tergantung pada daya listrik tertunda. Lampu yang tadi terang benderang telah diganti dengan lampu teplok dengan cahayanya redup. Begitu pula angina, mesin cuci, komputer semua tak berjalan tanpa listrik.
Ketika tuhan mengatakan bahwa dia menurunkan rezeki dari langit, dapat pula berarti salah satunya berupa hujan. Hujan menjalankan sirkulasi air di bumi. Padahal tanpa air tidak sesuatupun dapat kita lakukan.
Segala kegiatan rumah tangga, pabrik,dan semua kegiatan di bumi, yang menjadi pokok utama yang diperlukan adalah air. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan tanpa air.
Kalau kita perhatikan, orang menikmati perjalanan dengan kendaraan, mobil, kereta, kapal laut, kapal terbang, semua tidak tecipta tanpa air semua juga tak dapat berjalan tanpa air. Dan apalagi untuk kebutuhan makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan, karena tuhan memang mengatakan bahwa dari airlah segala makhluk hidup diciptakan.
☼
Hujan yang Tercemar
Kemarau berbahaya tapi yang sama bahayanya adalah hujan yang turun tapi telah tercemar. Hujan yang demikian disebut hujan asam, yaitu hujan embun, salju yang tercemar oleh asam-asam ini dihasilkan oleh reaksi antar uap air dan beberapa gas buangan dari knalpot yang membakar batu bara dan minyak bumi.
Sumber utama ialah oksida belerang dan nitrogen yang akhirnya akan membentuk asam…..dan asam…… Oksida itu juga terbentuk oleh gunung api oksida nitrogen terbentuk oleh halilintar.
Di Negara-negara industri maju, hujan asam mencemar perairan dan membunuh ikan serta makhluk laut lainnya. Pada perairan yang dasarnya berbatu kapur, asam itu akan ternetralkan. Tapi pada perairan dengan dasar batu granit. Hujan asam akan melarutkan berbagai ion logam yang dapat bersifat racun bagi kehidupan air.
Hutan, perkebunan, bangunan dan patung-patung logam juga dapat rusak oleh hujan asam. Bun upas (embun beracun) yang melayukan pucuk pepohonan adalan embun yang kadar asamnya tinggi.
Hujan asam dapat dikurangi dengan menahan sebanyak mungkin oksida belerang dan nitrogen agar tidak terlepas ke udara. Kelak jika munyak bumi berkadar belerang rendah habis , dan terpaksa menggunakan batubara, ancaman hujan asam lebih besar.
Akibat hujan asam dapat dikurangi umpamanya dengan menambahkan kapur mati (kalsium hidroksida) kedalam danau secara berkala.
☼
Hutan, Kehijauan
dan Kehidupn Hewan
Hutan adalah suatu lapangan tetumbuhan dan pohon-pohon yang merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta lingkungannya. Di dalamnya tumbuh beribu specis kayu-kayuan, bamu rotan, semak dan sebagainya, mulai dari bentuknya yang sederhana sampai kayu-kayuan yang tinggi dan besar.
Tumbuhan hijau dapat tumbuh di panas matahari asalkan tanaman itu mempunyai air dan zat kimia tertentu dari tanah dan udara. Tumbuh-tumbuhan yang hijau itu menggunakan energi sinar matahari dan menyimpannya di tempat-tempat tertentu seperti daun dan batang dalam bentuk-bentuk zat tertentu pula.
Sewaktu-waktu zat-zat itu tegabung pelan-pelan dengan oksigen dari udara maka terjadilah suatu reaksi kimia tertentu sehingga melahirkan energi. Dengan energi kimia itulah tumbuh-tumbuhan tersebut hidup, tumbuh dan melakukan kegiatan kehidupannya.
Tumbuh-tumbuhan selalu lebih banyak menyimpan energi daripada yang digunakannya. Di dalam hutan, selain tetumbuhan, di sana dipenuhi berbagai jenis hewan seperti , gajah, singa, harimau, gorela, beruk, kera, ular, kura, burung, serangga, reptella, mamalia dsb. Binatang-binatang kebanyakan memakan tumbuh-tumbuhan itu menjadi zat kimia dirinya, kemudian disimpan dalam tubuhnya.
Di situ juga banyak jenis mikroorganisme semacam makhluk hidup sederhana yang terbetuk dari satu atau beberapa sel yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, berupa tumbuhan atau hewan yang hidup secara parasif misalnya bakteri kapang amuba dsb.
Jika binatang itu memakan tumbuhan secukupnya barulah binatang itu mempunyai cukup energi yang dibutuhkannya. Dalam proses demikian energi yang tersimpan dalam tumbuh-tumbuhan itu sebesar 80 sampai 90 persen menjadi hilang hanya 10-20 persen saja sisanya yang tersimpan pada tubuh binatang.
Hutan itu tidak sekedar menyangkut soal pohon-pohon semua jenis tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang mempunyai kehidupan yang saling berhubungan. Misalnya pohon-pohon, adalah rumah burung-burung, makanan bagi serangga-serangga dan seterusnya.
Hutan memang merupakan negeri para satwa kalau hutan ditebangi atau semua hutan dibabat untuk dijadian kebon, atau kayunya diambil tidak ditanami lagi maka kehidupan hewan akan punah.
Tanpa hutan kehidupan manusia juga teganggu, udara menjadi gerah dan napas menjadi sesak. Hutan memang merupakan paru-paru bumi yang menyerap bahan-bahan pencemar udara, dan sebaliknya menghasilkan oksigen yang dibutuhkan kebanyakan makhluk hidup.
Hutan Menampilkan Keindahan
Dari jauh melihat biru pegunungan menjulang mencakar cakrawala, di puncaknya terkadang nampak di pagi hari diliputi kabut putih, menandakan udaranya dingin dan segar.
Dalam cuaca cerah warna biru itu begitu indah menyenangkan dan menyejukkan hati. Nampak kebiruan itu bagaikan kukusan raksasa yang dipotong oleh bukit-bukit di sekitarnya.
Pemandangan alam itu diperindah oleh hamparan sawah yang sedang menguning atau ladang yang sedang menghijau sawah yang luas itu dibatasi oleh garis hijau kebiruan dikaki perbukitan. Disana terdapat rumah-rumah dusun yang penghuninya sebagai petani.
Para petani turun ke sawah masih membungkus badannya dengan sarung. Udara segar itu dibiaskan oleh ribuan pohon buahan-buahan kelapa, pisang, pepaya, mangga, nangka, sawo, rambutan dan sebagainya, atau tumbuhan liar pepohonan bukit dan pegunungan.
Kalau kita datang kesitu, kita tidak akan menemukan warna biru, karena ternyata yang ada hanya serba warna kehijauan. Daun-daun dari beraneka macam kayuan, menyumbangkan warna yang segar dipandang mata.
Hutan lebat dari berbagai kayuan, bambu, rotan, semak-semak, dan lumut bersatu padu membina suatu kawasan yang tumbuh rapat bersama. Sebuah ekosistem alamiah berupa pohon-pohon yang padat dan rimbun.
Batang-batang yang lurus berketinggian sampai mencapai 70 meter menjulang ke udara, yang gagah menantang sinar sang surya. Tapi pohon-pohon yang lebih rendah, rapat bertindihan satu sama lain, menerima bagian cahaya yang terhantar bagi bludru raksasa. Tapi segala kerimbunan daun-daun di sini semua memperlihatkan kesuburan.
Selain daun yang beraneka ragam macam bentuknya yang serba hijau warnanya ada pula bunga-bunga liar yang mucul dengan warna keindahan. Ada juga pohon-pohon yang menyumbangkan buah liar, ada yang hanya sedap dilihat tapi tak sedikit pula yang nikmat dikecap.
Suasana lain yang menyenangkan adalah keadaan hutan yang kaya dengan air. Di kerimbunan daun itu masih menetes air satu-satu. Membasahi akar yang menjalar, melembabkan batang-batang dan menyejukkan udara.
Air hujan dan embun disimpan secara hemat oleh pepohonan. Di salurkan sedikit-sedikit melalui sela akar. Ke bawah semak-semak, lalu ke selokan. Air yang sejuk dan bening gemericik saling berlari ke kali. Kali kecil berbatu yang satu dengan yang lain bersatu membentuk kali yang lebih besar. Kali besar dan kecil sendiri-sendiri atau bersama berliku-berliku ke muara. Aliran itu menyebarkan dengan adil kesuburan. Ada yang melalui sawah, perkebunan, dan perkampungan.
Air yang di bagi hutan pegunungan secara hemat itu selain menampilkan keindahan, juga adalah rahmat bagi makhluk hidup. Karena kehidupan oleh tuhan dikatakan selalu bertumpuan pada air. Tiada kehidupan tanpa air, dan malah segala kehidupan ini diciptanya dari air.
Tanpa pelestarian hutan selain tak enak dipandang, juga akan mengakibatkan marabahaya bagi kehidupan makhluk, khususnya manusia.
☼
Hutan Mencegah Erosi
Hutan begitu besar manfaatnya bagi manusia, karena itu keutuhan dan kelestariannya harus kita pelihara. Kalau tidak sangatlah berbahaya. Tapi manusia kadang berlaku tamak, hutan ditebangi sampai puncak-puncak bukit, ke kaki pegunungan. Kayu-kayu besar ditebangi dan hasilnya untuk memperkaya diri. Akibat penggundulan hutan akan timbul banyak malapetaka, banjir, longsor dan erosi.
Apakah erosi? Erosi adalah proses pengikisan air pada lereng-lereng gunung di permukaan bumi terutama lereng-lereng yang gundul atau pengikisan terhadap dasar atau tepi-tepi sungai oleh air yang mengalir deras.
Proses pengikisan tersebut berjalan secara perlahan-lahan. Material-material lepas hasil kikisan yang terendapkan baik di darat maupun di laut sebagai tanah endapan (sedimen) merusakaliran sungai dan waduk.
Ada erosi yang alami, yaitu proses geologis, pemindah bahan-bahan permukaan bumi, oleh gaya air dan angin. Erosi karena akibat alam ini agak lambat, tapi manusia dapat mengakibatkan percepatan. Erosi buatan manusian ialah proses berpindahnya tanah oleh air dan angin yang dipercepat oleh kegiatan manusia.
Erosi serupa ini dapat terjadi umpamanya pada tanah-tanah pertanian meski sudah menerapkan teknik pengawetan tanah, tapi kalau hutan dibabat sesuka hati, hutan gundul tidak ditanam kembali akan timbul erosi.
Di negeri kita Indonesia erosi oleh angin tidak begitu berarti, tapi erosi oleh air terjadi pada lahan-lahan terbuka oleh karena tumbuhan pelindung permukaan tanah telah dirusakkan atau dihilangkan. Misalnya penebangan dan pembakaran hutan di pegunungan, pengembalaan ternak yang berlebihan atau kerbau-kerbau yang dilepas secara liar di dalam rimba.
Yang turut mempercepat erosi adalah pengolahan dan penanaman ladang pada hutan-hutan yang menyimpan cadangan air di lereng-lereng bukit. Dan yang paling merusak adalah bekas-bekas pertambangan emas, intan, yang dibiarkan begitu saja. Tanah terbuka gundul tanpa tanaman.
Apabila erosi tidak ditanggulangi dengan semestinya, akan mendatangkan bencana-bencana yang lebih serius, yaitu:
Bunga tanah atau humus yang mengisap air hujan dan perannya sebagai resevoar (tempat menyimpan) air di alamiah di lereng-lereng gunung akan terkuras habis, sehingga praktis tanah tersebut kehilanga kesuburannya.
Tatkala musim kemarau berlangsung sebagian besar lereng gunung menjadi gundul, gersang, tidak lagi berselimutkan hutan-hutan yang subur.
Sejalan dengan itu akibat telah hilangnya fungsi sebagai resevoar air alamiah curah hujan yang jatuh di daerah lereng gunung akan meluncur deras ke daerah-daerah yang lebih rendah. Sungai-sungai tidak mampu lagi menampung luapan air hujan, sehingga menimbulkan bencana banjir dan air bah di daerah-daerah hilir.
Akibat kelengahan terhadap pengendalian erosi. Akan mempercepat tingkat pengendapan Lumpur-lumpur halus pada bendungan-bendungan vital, waduk, danau, seperti: Danau Toba di sumatera dll.
. Dengan begitu, cepat atau lambat akan mengurangi peranan bendungan, waduk, danau sebagai distributor air untuk kepentingan pertanian, persawahan, dan perkebunan.
. Berkurangnya debit air pada sumber-sumber air mengurangi peranan bendungan waduk, danau sebagai sumber tenaga air bagi kelangsungan hidup pembangkit listrik.
☼
BUMI
TANPA DAUN
TANAH BATU
DAN GURUN
BERSATU
MENJADI API
Aneka Hasil Hutan
Hutan adalah kekayaan alam sejak dahulu. Malah sejak masa nenek moyang kita yang paling primitif, kehidupan mereka bertumpu pada hutan. Segala macam kebutuhan dapat diambilnya dari hutan, makanan, pakaian dan tempat tinggal.
Untuk mendapatkan makanan mereka mengambilnya dari hutan berupa umbi-umbian liar buah kayu, buah rotan, rotan muda, da daun-daunan. Daging diambil dari bermacam binatang yang hidup di hutan, seperti rusa, manjangan, kancil, kelinci, burung, ayam dan sebagainya.
Pakaian selain dari kulit hewan juga diambil dari kulit kayu atau jenis-jenis daun tertentu yag dianyam. Dan tempat tinggal mereka dapat membuat gubuk dari dinding kayu atau bambu dan atapnya dari daun rumbia atau daun ilalang.
Kini di zaman modern hutan tetap menjadi andalan. Negeri-negeri yang memiliki hutan seperti negeri kita Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan yang luar biasa. Sayang pengelolaan hutan kita nampaknya tidak memperdulikan kelestariannya. Banyak hutan gundul kayu-kayunya ditebangi tapi tidak ditanami kembali.
Keuntungannya pun yang demikian besar tidak di bagi seluruh rakyat. Padahal hutan adalah kekayaan Negara yang seharusnya dipergunakan untuk kesejahteraan penduduknya, konon, hanya beberapa gelintir orang orang yang memperoleh keuntungan yang besar.
Kekayaan hutan itu berupa kayu industri yang diproduksi dari hutan secara besar-besaran, bisa berupa kayu balok, papan, dan ada pula yang teah dijadikan kayu tipis atau tripleks.
Dunia membutuhkan kayu tapi tidak banyak negeri yang memiliki hutan maka permintaan akan kayu begitu besar. Itulah sebabnya kalangan ……berlomba untuk mendapatkan hak menginginkan hutan karena hasilnya yang sangat menggiurkan.
Sebenarnya yang lebih menguntungkan adalah ekspor barang jadi berupa furniture, yaitu perkakas rumah, meja, kursi, bahan-bahan pertukangan dsb.
Selain kayu, dari hutan dapat diambil rotan yang sangat laku dijual, apalagi bila di ekspor sudah menjadi bahan jadi berupa peralatan, perabot rumah tangga, furniture seperti halnya yang di buat dari kayu.
Hutan juga menyumbangkan kekayaan berupa macam-macam bunga anggrek, bahan-bahan obat-obatan, jamu-jamuan, baik dari daun, kulit dan dan akar-akaran. Dari situ juga dapat diambil damar liar, getah-getah untuk bahan cat, kosmetik, dan sebagainya.
Dari hasil buruan dapat diambil kulit, tanduk dan daging. Dari kayu-kayu yang tak dapat dibuat bahan bangunan, atau perabotan rumah tangga dapat dijadikan kayu api dan arang.
Di hutan juga bisa diperoleh gaharu, cendana dan kemenyan yang harum baunya. Sedang bahan makanan dapat di peroleh berbagai macam buahan liar, dedaunan, umbi-umbian, rebung dan jamur.
☼
TANAH BATU
DAN GURUN
TANPA DAUN MENJADI API MEMBAKAR HUTAN
Sejarah dan
Peranan Hutan
Sejarah hutan dimulai dari hutan primitif.pertama kali muncul di permukaan bumi pada zaman devon sekitar 365 juta tahun yang lalu. Hutan ini terdiri atas tumbuhan mirif semak. Namun di akhir zaman itu, hutan sudah dilengkapi dengan tumbuhan ekor kuda dan jamur raksasa serta paku-pakuan primitif.
Pada zaman karbon sekitar 345 juta tahun, yang lalu muncul hutan di dataran rendah berawa. Selain tumbuhan yang jenisnya sama dengan zaman sebelumnya, di hutan sudah tumbuh tumbuhan primitif. Hutan ini dihuni berbagai jenis hewan antara lain: capung, kalajengking, dan laba-laba. Pohon yang mati atau tumbang terkubur dalam Lumpur sehingga tidak terurai. Berjuta-juta tahun kemudian fosil tersebut berubah menjadi batu bara.
Pada zaman perin (250 juta tahun yang lalu) terjadi perubahan pada permukaan bumi dan iklim menjadi lebih kering. Di zaman ini ekor kuda dan lunut raksasa serta paku-pakuan primitif punah. Sedangkan conifer mulai muncul. Karakteristik hutan pun berubah terus sampai masa berikutnya.
Pada masa awal mesozoik (225 juta tahun yang lalu) perubahan iklim menyebabkan hutan rawa diganti dengan hutan yang dikombinasi tumbuhan, antara lain pakis berbiji, conifer primitif, dan sikas. Kayu merah, yang kini hanya ditemukan di kalifornia. Mempunyai penyebaran luas pada masa itu. Hewan yang menghuni hutan ini adalah ampibi, reptile besar, dan serangga.
Pada akhir mesozoik tumbuhan berbunga muncul. Secara perlahan tumbuhan ini menggantikan pohon sikas dan conifer. Akhirnya pada zaman kreta sekitar 135 juta tahun yang lalu tumbuhan berbunga mendominasi hutan. Pohon magnolia millow dan maple bisa ditemukan di hutan, demikian pula semak hero berbunga.
Awal zaman tersier, suhu mendingan tumbuhan berdaun lebar dan conifer mulai mendominasi hutan di daerah beriklim sedang. Yaitu di amerika utara. Eropa dan asia. Akhirnya pada kala pleistosen (15 juta tahun yang lalu) bumi mengalami zaman es. Sekitar 10.000 tahun yang lalu hanya hutan di daerah tropika saja yang ditutupi salju.
Nilai ekonominya yang tinggi serta kebutuhan manusia akan tempat tinggal menyebabkan luas hutan di dunia makin menyempit kini hanya sekitar 30 persen daratan di seluruh dunia yang di tutupi oleh hutan.
Untuk mencegah makin berkurangnya luas hutan, banyak pakar lingkungan hidup di Bantu oleh pemerintah Negara bersangkutan mengambil beberapa langkah pencegahan, atara lain: menjadikan hutan alami sebagai kawasan konservasi mengadakan peremajaan tumbuhan hutan dan lain-lain.
Apakah hutan itu? Menurut undang-undang pokok kehutanan diartiakan sebagai lapangan yang cukup luas. Di situ bertumbuhan kayu, bambu dan atau palem yang bersama-sama dengan tanahnya beserta segala isinya baik nabati maupun hewani, secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup satu sama lain mempunyai kemapuan untuk memberikan manfaat-manfaat produksi, perlindungan dan manfaat-manfaat lainnya secara lestari.
Namun kawasan hutan bisa juga didefinisikan sebagai wilayah yang sudah berhutan atau yang tidak berhutan namun telah ditetapkan untuk jadi hutan kawasan ini telah ditetapkan penggunaannya di bidang kehutanan.
Luas minimum hutan adalah seperempat hektar. Hutan seluas itu sudah dapat mencapai suatu keseimbangan persekutuan hidup yang diperlukan, sehingga mampu memberi manfaat-manfaat produksi, perlindungan, pengaturan tata air, pengaruh terhadap iklim dan lain-lain.
Selain tetumbuhan, hutan dipenuhi berbagai jenis hewan dan mikroorganisme, antara lain serangga, reptilia, burung, mamalia, lumut, bakteri dan jamur.
Jenis organisme tiap hutan berbeda bergantung pada iklim. Dan jenis hutannya interaksi antara makhluk hidup dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya di dalam hutan menciptakan suatu ekosistemnya yang kompleks. Pada pola ekologi alami, hutan memiliki beberapa peranan, antara lain menjaga berbagai jenis hewan dan tumbuhan dari kepunahan.
Selain itu hutan dapat mencegah erosi tanah, menyimpan air hujan dalam bentuk air tanah, karbon dioksida, serta menghasilkan oksigen yang di butuhkan kebanyakan organaisme.
Peranan hutan bagi manusia mencari makanan di hutan, dengan berburu binatang, dan mencari buah-buahan liar. Sekarang Manusia tetap mengambil manfaat dari hutan, meskipun bukan sebagai makanan, melainkan berbentuk hasil hutan, baik kayu maupun bukan kayu.
Kayu dipakai sebagai salah satu sumber bahan bakar. Bahkan konstruksi bangunan bahan perabotan, dan lain-lain. Hasil hutan bukan kayu, misalnya bambu, rotan, getah dan minyak asiri. Menjadi bahan baku industri kertas industri farmsi dan masih banyak lagi.
Selain itu hutan menjadi areal beberapa kegiatan manusia antara lain berkemah berburu atau kepentingan ilmu pengetahuan pendidikan kebudayaan dan pariwisata.
☼
Jenis Hutan
Melihat begitu banyak ragam dan macam hutan. Para ahli membaginya berdasarkan iklim, tanah, dan kelembapan terdapat enam jenis hutan yang tersebar di seluruh dunia antara lain:
1. Hutan hujan tropis.
Hutan jenis ini tersebar di dekat garis katulistiwa yang beriklim hangat dan basah rata-rata suhu di daerah ini 21 derajat – 27 derajat celcius dan curah hujannya 200-250 sentimeter pertahun. Hutan ini terdapat di lembah sungai amazon amerika selatan. Indonesia, India barat muangthai, Malaysia dam lembah sungai kongo afrika.
Hutan hujan teropis berciri rapat, tebal dan berlapis-lapis. Kerapatan tumbuhannya tinggi? Tajuk hutan mencapai ketinggian lebih dari 60 meter. Tumbuhan yang lebih rendah lebih toleran terhadap cahaya yang redup. Lapisan semak dan tumbuhan di lantai hutan tipis, karena sinar matahari tidak sampai ke daerah ini.
2. Hutan tumusim tropis
Hutan ini terdapat di daerah tropika dan subtropika beriklim yamg bercirikan adanya musim kemarau yang jelas. Hutan ini didirikan oleh adanya jenis-jenis tumbuhan yang menggugurkan daun, misalnya bungur dan kesambi. Hutan ini terentang cukup luas di amerika tengah. Amerika selatan bagian tengah, Indonesia, India, cina selatan, australia sebelah utara dan beberapa pulau di samudera fasifik.
Di indonesia hutan jenis ini banyak terdapat di nusa tenggara barat, nusa tenggara timur, timor timur dan irian jaya, jawa dan lain pulau di daerah bayangibayang hujan.
Hutn musim tak selebat musim tropis. Di hutan musim ini masih dapat di jumpai, jenis-jenis hama dan … meskipun jumlahnya lebh sedikit daripada hutan tropis.
3. Hutan gugur daun (Hutan Ugaari)
Hutan ini terdapat di daerah beriklim sedang yaitu dijumpai daerah yang mempunyai empat musim, musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Hutan ini terdapat di amerika bagian timur, eropa barat dan asia timur yang beriklim sedang.
Hutan ugahari dapat dibedakan kedalam dua tipe. (1) Hutan gugur daun murni yang seluruh jenis tumbuhannya menggugurkan daun pada musim gugur. (2) Hutan gugur daun campuran yang tumbuhnya terdiri atas tumbuhan yang menggugurkan daun, dan jenis-jenis yang selalu hijau seperti pinus.
Tinggi tajuk hutan sekitar 30 meter. Lapisan pohon bawah tajuk semak dan …. Lebat. Hutan ini dihuni hewan berukuran besar seperti beruang, rusa dan serigala juga beberapa jenis burung.
Hutan Selalu Hijau
Hutan jeis ini terdapat di daerah beriklim sedang yang terletak lebih ke utara dari daerah hutan gugur daun campuran. Biasanya daerahnya beriklim sedang yang memiliki iklim sedang yang memiliki enam musim dingin lebih hangat (dibandingkan dengan tempat lain pada lintag yang sama). Curah hujan di sini tinggi.
Daerah seperti ini terdapat di pantai barat laut amerika utara.pantai selatan chile. Pantai barat selandia baru, dan pantai tenggara Australia.
Keanekaragaman jenis organisme (makhluk hidup, hewan dan tumbuhan) setiap hutan selalu hijau sangat bervariasi. Sebagai contoh, hutan di pegunungan asia eropa dan amerika utara didominasi oleh tumbuhan berdaun jarum sedangkan di pantai Australia dan selandia baru ditumbuhi pohon berdaun lebar yang selalu hijau.
Hutan conifer
Hutan jenis ini terbentang di daerah breiklim sedang yang terletak lebih ke utara (untuk daerah belahan bumi utara) atau lebih ke selatan (di belahan bumi selatan) dari daerah hutan gugur daun campuran.
Hutan ini terbentang di eropa utara, asia serta amerika utara dan juga ditemukan di pegunungan yang tinggi. Tumbuhannya didominasi tumbuhan berdaun jarum seperti pinus dan cemara.
Berdasarkan sifat habitat yang ada hutan conifer ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yang berbeda yakni (1) hutan conifer pada habitat kering yang ditumbuhi tumbuhan anggota marga pinus dan ables (2) hutan conifer pada habitat basah atau gambar yang tumbuhannya terdiri atas anggota marga tsuga, pseudotsuga dan larix.
Lantai hutan conifer ditutupi lapisan lumut tebal dan jarang adanya herba faunanya terdiri atas tikus, berang-berang, serigala, beruang, rusa, da berbagai jenis burung.
Sabana atau padang rumput, terletak di daerah bercurah hujan kecil (25-27 sentimeter pertahun) sabana biasanya terdapat di daerahnya yang datar.
Sabana ditemukan di daerah antara hutan dan gurun di daerah tropika seperti yang ada di amerika tengah, berasil, afrika, India, asia tengagara, dan ausralia. Di daerah subtropika sabana di temukan di daerah antara hutan dan padang rumput antara hutan dan gurun tumbuhannya didominasi rumput-rumputan.
Selain itu di sabana tumbuh herba dan semak. Keanekaragaman jenis hewan di sabana tinggi, antara lain singa, harimau, zebra, dan gajah. Di sabana subtropics dijumpai antara lain puma, rusa besar dan beruang.
☼
Jenis Hutan
di Indonesia
Hutan-hutan di Indosia dapat diklafikasikan dengan pelbagai dasar, yakni berdasarkan sifat habitat dan berdasarkan fungsi serta pemilikan.
Berdasarkan sifat atau status pemilikan hutan-hutan di indosia dapat dibedakan ke dalam (1) Hutan Negara yang dikelola dan dimiliki oleh Negara di bawah kekuasaan departemen kehutanan. (2) Hutan yuang telah berabad-abad dimiliki oleh suatu suku bangsa misalnya hutan sagu milik suatu suku bangsa di irian jaya, dan (3) Hutan Rakyat yang dikelola dan dimiliki oleh Rakyat, umumnya di tumbuhi oleh pohon jelinjing, dijumpai di banyak tempat di sekitar cianjur sukabumi dan garut.
Berdasarkan sifat iklim dikenal hutan-hutan teropis, hutan musim dan hutan sabana.
Hutan seperti ini terdapat di daerah yang beriklim basah, yaitu daerah yang menerima hujan sepanjang tahun. Hutan terutama terbentang luas di wilayah Indonesia bagian barat. Sebaliknya pada wilayah indonesia bagian timur daerah penyebarannya sangat terbatas.
Berdasarkan ketinggian letak hutan dari permukaan laut, hutan hujan tropis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis hutan.
(a) Hutan Daratan Rendah, atau hutan ampah (dataran) Rendah, terletak di daerah ketinggian 0-800 meter di atas permukaan laut. Umumnya hutan ini mempunyai lima lapisan tajuk, yakni stratum A yang di tumbuhi banyak jenis pohon dengan tinggi sampai 80 meter. Stratum B yang ditumbuhi pepohonan yang tingginya lebih rendah daripada pohon stratum A serta stratum C, D dan E yang terdiri atas tumbuhan melata atau tumbuhan di lantai hujan.
(b) Hutan Bukit, atau Hutan Sub-Montana, dijumpai pada daerah berketinggian 800-1000 meter di atas permukaan laut. Keanekaragaman jenis tumbuhan pada kedua hutan tersebut relatif tinggi. Hutan ini ditumbuhi pohon rasamala, jamuju, ki putri, pasang, dan saninten atau sarangan, serta banyak jenis pohon anggota suku meranti.
Di Kalimantan dalam hutan jenis ini sering ditemukan pohon durian dan eben atau kayu hitam. Di maluku dan Irian Jaya hutan ini memiliki jenis anggota marga pala.
(c) Hutan Montana, atau hutan pegunungan terletak di daerah dengan ketinggian 1000-1200 meter di atas permukaan laut. Tingkat kekayaan jenisnya lebih rendah daripada tingkat kekayaan jenis hutan di bawahnya.
Jenis pepohonan yang biasa dijumpai di hutan ini antara lain rasamala, jamuju, kiputri, beberapa jenis pasang, dan saninten. Pada hutan ini tumbuhan bawahnya (semak dan herba) lebat, juga banyak ditemukan epilit, tumbuhan merambat paku-pakuan dan lumut.
(c) Hutan Subaipin, terletak pada daerah berketinggian 2000-3500 meter di atas permukaan laut. Keanekaragaman jenisnya makin kurang dibandingkan dengan hutan di bawahnya. Hutan ini didominasi herba, biasanya pertumbuhan pohon-pohonnya tertekan, sehingga dianggap kerdil. Bagian teratas hutan ini merupakan daerah batas bagi pertumbuhan tumbuhan dalam bentuk pohon. Daerah ini tampak sebagai garis pembatas sehingga dikenal sebagai garis batas pepohonan. Di atas garis batas ini tidak terdapat lagi tumbuhan berbentuk pohon.daerah dengan vegetasi non-pohon ini disebut daerah alpin. Tumbuhan di daerah alpin berupa herba berkayu, misalnya edelwis. Lantai vegetasi alpin ditutupi lumut dan rerumputan.
(d) Hutan Musim terletak di daerah yang memiliki musim kemarau panjang dan curah hujan 1000-20000 milimeter pertahun. Tumbuhan di hutan ini didominasi pohon yang akarnya menembus tanah sampai dalam, baik dari jenis gugur daun maupun selalu hijau.
Tajuk hutannya tidak rapat sehingga sinar matahari dapat menembus sampai lantai hutan sehingga lapisan semaknya tebal.
Pada hutan musim di jawa tumbuh pohon bungur dan pohon saga di Nusa Tenggara tumbuh pohon eukaliptus da cendana, di maluku dan Irian Jaya tumbuh pohon gelam dan wukaliptus. Latai hutan tertutup oleh rumput, jahe, henjeli, dan alang-alang. Jumlah epifit dan tumbuhan merambat berkayu jauh lebih sedikit dibandingkan hutan hujan tropis.
(e) Hutan Sabana ditemukan didaerah dengan musim kemarau yang kering dan panjang. Pohonnya pendek-pendek dan jarang. Serta diselingi rerumputan tinggi hutan di baluran dijadikan cagar alam untuk melindungi beberapa hewan, antara lain banteng dan kijang.
Berdasarkan factor edafik yaitu factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan vegetasi di daerah tertentu terdapat tiga jenis hutan, yaitu hutan rawa, hutan payau, dan hutan pantai.
Huta Rawa terletak di daerah yang digenangi air, baik untuk sementara maupun selamanya. Hutan Rawa dapat diklafikasikan ke dalam tiga zonel.
Hutan Rawa memiliki habitat dengan ketebalan bahab organic 0-50 sentimeter. Tumbuhan yang sering dijumpai di sini adalah meranti, pulai, nibung, dan nyatol.
Hutan Rawa bergambut mempunyai habitat dengan ketebalan bahan organic 0,5-15 meter. Selain jenis pepohonan yang terdapat di hutan rawa, hutan ini ditumbuhi jelatung, merawan dan asam paya.
Hutan Gambut memiliki habitat dengan ketebalan bahan organic lebih dari 1,5 meter. Pada hutan ini dapat dijumpai kompos, merawan, jelutung, jenis durian tertentu, asam paya dan pinang merah.
Ketiga jenis hutan tersebut dijumpai di riau, jambi, pantai timur sumatera selatan, Kalimantan selatan, serta beberapa daerah di Irian Jaya.
Hutan payau terdapat di daerah yang dipengaruhi oleh genangan air garam. Hutan ini terbentang di pantai timur sumatera, Kalimantan, beberapa tempat di sulawesi selatan utara dan tenggara serta irian jaya. Hutan serupa juga di temukan di pantai-pantai yang keadaannya memmungkinkan perkembangan hutan payau, seperti di daerah nusa tenggara barat, nusa tenggara timur, maluku dan pulau jawa (segara, anakan, karawang, indramayu, dan pamanukan).
Umumnya tanahnya berlumpur, kecuali yang pada keadaan tertentu berpasir atau keras. Biasanya daerah payau ini dipengaruhi pasang surut air laut. Tajuk hutan payau pada umumnya tidak berlapis-lapis dan tingginya mencapai 50 meter.
Jenis pohon utamanya adalah nggota suku bakau-bakauan. Selain itu beberapa hutan payau didominasi tumbuhan kayu api-api pedada atau nipah. Untuk menyesuaikan dengan sifat habitatnya.pohon-pohon ini dilengkapi akar napas dan akan tunjang.
Lingkungan payau merupakan habitat pemijahan udang dan pelbagai jenis ikan laut atau tempat berkenbang biak kalang. Fauna lainnya antara lain nyamuk, burung, remis, ulat, dank era serta bekantan (di Kalimantan selatan).
. Hutan Pantai terdapat pada daerah kering tepi pantai. Tanahnya berpasir dan berbatu-batu. Jenis pohon yang banyak terdapat di sini adalah bintangur, pandan pudak, ketapang, waru, dan beberapa jenis elipit, terutama paku-pakuan dan anggrek.
Berdasarkan fungsinya yang tercantum dalam undang-undang pokok kehutanan, hutan dibagi menjadi empat jenis, yaitu hutan lindung, hutan produksi, hutan suaka, dan hutan wisata.
Hutan Lindung ialah hutan yang mempunyai keadaan alam sedemikian rupa, sehingga berpengaruh baik terhadap tanah, alam sekelilingnya dan tata air yang perlu dipertahankan dan dilindungi. Apabila hutan lindung diganggu, hutan ini akan kehilangan fungsinya, bahkan akan menimbulkan bencana alam seperti banjir, erosi, dll. Beberapa hutan lindung, dalam batas-batas tertentu masih dapat dipungut hasilnya tanpa mengurangi fungsinya.
Hutan produksi ialah hutan yang karena keadaan alamnya maupun kemampuannya dapat memberikan manfaat produksi kayu dan hasil hutan lainnya. Pemungutan hasil hutan tersebut diatur sedemikian rupa, sehingga dapat berlangsung secara lestari.
Hutan Suaka Alam ialah kawasan hutan yang karena keadaan alamnya dapat dimanfaatka bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Karena itu kawasan hutan semacam ini perlu mendapat perlakuan khusus. Hutan suaka alam ini dibagi menjadi cagar alam, dan suaka marga satwa.
Hutan wisata ialah hutan yang karena keadaannya mempunyai kemampuan untuk dibina secara khusus untuk keperluan pariwisata atau wisata buru. Hutan wisata ini dibagi menjadi Taman Wisata dan Taman Buru.
☼
Tidak ada komentar:
Posting Komentar